Detak.news — JAKARTA – Saham emiten pertambangan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mengalami lonjakan signifikan pada sesi I perdagangan Kamis (23/7/2026). Sekitar pukul 11.30 WIB, saham emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu ini diperdagangkan di harga Rp 815, melonjak 13,19% dari penutupan sebelumnya.
Perdagangan saham berkode CUAN ini mencatatkan volume 605 juta saham, dengan frekuensi transaksi mencapai 51.943 kali dan total nilai transaksi Rp 474 miliar. Data dari aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan adanya aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 113,6 miliar pada saham CUAN, mengindikasikan minat tinggi dari pelaku pasar modal.
Lonjakan ini terjadi setelah sehari sebelumnya, pada Rabu (22/7/2026), saham CUAN sempat terkoreksi 2,04% dengan aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai Rp 43,99 miliar.
Sebelumnya, manajemen PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) telah memberikan keterbukaan informasi mengenai aktivitas eksplorasi yang dilakukan oleh salah satu anak usahanya, PT Intam, hingga Juli 2026.
Direktur Utama Petrindo Jaya Kreasi, Michael, menjelaskan bahwa aktivitas eksplorasi oleh PT Intam berfokus di Kecamatan Lantung, Lenangguar, dan Ropang, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Total biaya yang telah dikeluarkan untuk kegiatan ini mencapai Rp 17,73 miliar.
Tim geologist PT Intam bertanggung jawab atas pemetaan geologi dan pembuatan parit uji. Sementara itu, pengeboran inti dikerjakan oleh kontraktor PT GIS dan PT Armindo, serta studi geolistrik tahap 2 dilaksanakan oleh PT Geostrom.
Metode eksplorasi yang diterapkan meliputi pemetaan geologi permukaan dan pembuatan parit uji untuk mengidentifikasi batuan yang berpotensi mengandung emas. Selanjutnya, dilakukan pengeboran inti dengan spasi antar-line 100 meter di area prospek, serta pengeboran awal berdasarkan hasil studi geolistrik di area prospek lainnya. Tahap ketiga adalah pelaksanaan geolistrik tahap 2 yang mencakup 19 line dengan total panjang 32,2 km, guna mengumpulkan data resistivity dan chargeability batuan berdasarkan pemetaan geologi.
Hasil Aktivitas Eksplorasi
Michael merinci hasil eksplorasi hingga akhir periode pelaporan. Pertama, ditemukan batuan limestone yang mengalami alterasi sedang hingga kuat dan terindikasi mineralisasi. Kedua, teridentifikasi kemenerusan urat kuarsa (vein Alfa, Bravo, Carlie dan Delta) dengan total panjang mencapai 450 meter.
Ketiga, berdasarkan data resistivity dan chargeability, beberapa area terindikasi mengandung deposit mineralisasi. Sebagai tindak lanjut, perusahaan berencana melanjutkan penggalian parit (trenching) dan pemetaan lapangan.
Petrindo Jaya Kreasi juga akan melanjutkan program pengeboran dengan spasi antar-line 50 meter, menargetkan total kedalaman 7.000 meter. Tujuannya adalah untuk meningkatkan tingkat keyakinan estimasi mineral (emas) di area prospek. Selain itu, akan dilakukan pengeboran awal seluas 6.000 meter di area prospek lainnya untuk memverifikasi hasil studi geolistrik.
Sebelumnya, sempat beredar rumor mengenai kemungkinan PT Intam melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Namun, pada Juli 2025, manajemen CUAN menegaskan bahwa perseroan sebagai perusahaan induk belum memiliki rencana untuk melakukan IPO atas PT Intam.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.