— Indeks-indeks saham utama di Wall Street ditutup mayoritas melemah pada perdagangan Senin (20/7/2026). Sentimen investor tertekan oleh lonjakan harga minyak mentah di tengah memanasnya ketegangan militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, meskipun terdapat tanda-tanda pemulihan pada saham-saham sektor semikonduktor.

Indeks S&P 500 tercatat turun 0,19% ke level 7.443,28. Indeks Nasdaq Composite juga terkoreksi tipis 0,05% menjadi 25.508,07. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan paling signifikan, merosot 307,16 poin atau 0,59% ke angka 51.839,26. Pelemahan Dow Jones salah satunya dipicu oleh anjloknya saham Apple yang mencapai lebih dari 2%.

Pada awal sesi perdagangan, sentimen pasar sempat membaik menyusul pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, yang menyatakan bahwa jalur diplomasi masih terbuka. Ia menyebutkan bahwa sejumlah negara perantara masih aktif bertukar pesan dengan Teheran, sehingga peluang negosiasi dengan Washington tetap ada.

Namun, optimisme tersebut tidak bertahan lama. Harga minyak kembali melonjak setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Iran akan “membayar berkali-kali lipat” atas tewasnya tiga personel militer AS dalam serangan terbaru. Kontrak minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI), ditutup naik 0,9% menjadi US$ 83,23 per barel. Minyak Brent juga menguat sekitar 1,3% ke level US$ 89,22 per barel.

Kenaikan harga energi juga dipicu oleh pengumuman kelompok Houthi di Yaman yang memberlakukan embargo maritim terhadap Arab Saudi. Analis Vital Knowledge, Adam Crisafulli, menilai pasar masih meyakini konflik ini tidak akan berkembang menjadi perang dalam skala yang lebih luas. “Investor tampaknya masih percaya pemerintahan Trump tidak akan mengerahkan pasukan darat dalam skala besar ke Timur Tengah. Jika asumsi itu benar, maka penyelesaian melalui jalur diplomatik pada akhirnya tidak bisa dihindari,” ujarnya.

Saham Semikonduktor Bangkit

Di tengah tekanan pasar secara umum, saham-saham di sektor semikonduktor mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah mengalami aksi jual yang tajam sepanjang pekan sebelumnya. Micron Technology menguat hampir 2%, Astera Labs naik 1,9%, Teradyne melonjak 3,5%, dan Advanced Micro Devices (AMD) bertambah 1,6%. Kinerja positif ini turut mendorong ETF sektor semikonduktor VanEck Semiconductor ETF (SMH) ditutup sedikit lebih tinggi.

Presiden Wells Fargo Investment Institute sekaligus Chief Investment Officer Wealth and Investment Management, Darrell Cronk, mengatakan bahwa sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) saat ini tengah memasuki fase konsolidasi yang sehat setelah mengalami reli panjang. Menurutnya, pelemahan teknikal dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan risiko koreksi yang lebih dalam menuju level support jangka panjang, termasuk rata-rata pergerakan 200 hari.

Meskipun demikian, Cronk menilai peluang rebound jangka pendek masih terbuka mengingat kondisi pasar sudah memasuki area jenuh jual (oversold). Wall Street sebelumnya juga tercatat ditutup melemah sepanjang pekan lalu, dengan tekanan terbesar berasal dari aksi jual saham-saham chip. ETF semikonduktor SMH bahkan mencatat penurunan mingguan untuk ketiga kalinya dalam empat pekan terakhir.