Detak.news — Sejumlah topik ekonomi menarik perhatian pembaca, mulai dari pergerakan harga emas perhiasan hingga perkembangan aksi korporasi emiten-emiten besar. Berikut adalah rangkuman lima berita paling populer hingga Senin, 27 Juli 2026:
Harga Emas Perhiasan Mengalami Kenaikan
Harga emas perhiasan terpantau mengalami kenaikan serentak pada Senin, 27 Juli 2026, di beberapa pedagang emas terkemuka seperti Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas. Pergerakan harga ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan global dari industri perhiasan, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta kebijakan bank sentral terkait cadangan emas. Informasi lebih rinci mengenai daftar harga emas perhiasan dalam berbagai kadar karat dapat disimak lebih lanjut.
Aksi Akuisisi PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Menarik Perhatian
PT Bumi Resources Tbk (BUMI), emiten yang terafiliasi dengan Grup Bakrie dan Salim, menunjukkan aktivitas yang signifikan dalam transisinya dari pemain batu bara murni menjadi perusahaan pertambangan yang terdiversifikasi. BRI Danareksa Sekuritas mencatat bahwa BUMI secara aktif melakukan sejumlah aksi akuisisi. Langkah ini meliputi akuisisi 100% saham Wolfram pada November 2025, akuisisi Jubilee pada Desember 2025, dan 45% saham Laman Mining yang memiliki cadangan bauksit sebesar 30 juta ton.
Nasib Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di Persimpangan
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah diperdagangkan pada level Rp 50 atau ‘gocap’ sejak 5 Mei 2026. Kondisi ini menimbulkan potensi ancaman bagi saham GOTO untuk dimasukkan ke dalam papan pemantauan khusus dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA) jika harganya masih berada di level tersebut hingga Agustus mendatang. Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan kriteria salah satunya adalah harga rata-rata saham di pasar reguler dan/atau pasar reguler periodic call auction yang kurang dari Rp 51,00 selama tiga bulan terakhir. Periode saat ini menjadi titik krusial bagi saham GOTO.
Emiten Djarum Bagikan Dividen Besar dengan Keuntungan Melebihi 100%
Terdapat peluang bagi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), sebuah emiten dari Grup Djarum, untuk membagikan dividen yang lebih besar. Hal ini didukung oleh peningkatan kas perusahaan dan penurunan rasio utangnya, yang menjadi faktor pendukung bagi saham TOWR untuk mencapai target harga yang tinggi. Adjusted funds from operation (AFFO) TOWR terus menunjukkan tren peningkatan sejak kuartal II-2022. Pada kuartal I-2026, jumlahnya mencapai Rp 1,78 triliun, meningkat dari Rp 1,68 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, serta dibandingkan dengan Rp 1,58 triliun pada kuartal I-2024 dan Rp 1,48 triliun pada kuartal I-2022.
Target Saham Bank Mandiri (BMRI) Naik Pasca Kinerja Melampaui Ekspektasi
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berhasil mencatatkan kinerja pada kuartal II-2026 yang melampaui ekspektasi para analis, sehingga memunculkan rekomendasi dan target harga saham baru. Bank Mandiri (BMRI) melaporkan laba bersih sebesar Rp 15 triliun pada kuartal II-2026. Meskipun terjadi penurunan 2% secara kuartalan (qoq), laba bersih ini meningkat 33% secara tahunan (yoy). Kinerja positif ini didukung oleh kekuatan pendapatan berbasis komisi, efisiensi beban operasional (operating expenses/opex), serta penurunan beban pencadangan.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.