Detak.news — Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yang terafiliasi dengan Grup Bakrie dan Salim, menunjukkan potensi untuk melanjutkan penguatannya. Analisis teknikal menyebutkan saham ini dapat mencapai level resistance atau batas atas pada kisaran harga Rp 152 hingga Rp 155. Hal ini memberikan peluang bagi investor untuk memaksimalkan keuntungan.
Menurut catatan CGS International Sekuritas Indonesia untuk perdagangan Senin, 20 Juli 2026, target terdekat saham BUMI dipatok pada rentang harga Rp 152-Rp 155. Perusahaan sekuritas tersebut mengidentifikasi area support atau batas bawah saham BUMI berada di level Rp 145-Rp 147.
“Saham BUMI memiliki level support di 145-147. Ada potensi lanjutan penguatan menuju resistance selanjutnya 152-155,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam analisisnya pada Senin, 20 Juli 2026.
Pada penutupan perdagangan terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 17 Juli 2026, saham BUMI tercatat menguat sebesar 0,67% dan ditutup pada level Rp 150.
Dalam tinjauan pergerakan harga satu pekan terakhir, saham BUMI mengalami penguatan sebesar 2,04%. Namun, jika dilihat dalam periode satu bulan, saham ini mencatat penurunan 10,7%. Secara year to date (ytd), saham BUMI telah terkoreksi sebesar 59%.
Data dari Stockbit menunjukkan bahwa pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026, saham BUMI banyak diminati oleh investor asing, tercatat adanya net buy asing sebesar Rp 16,19 miliar.
Ikuti Detak.news
