Detak.news — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus berupaya memperkuat layanan penyeberangan di Cabang Luwuk. Penguatan ini bertujuan untuk memastikan mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga secara berkelanjutan.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menjelaskan bahwa Cabang Luwuk merupakan salah satu simpul strategis yang menggambarkan peran penting ASDP dalam menjaga keterhubungan antarpulau di kawasan Banggai hingga wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Setiap lintasan yang dioperasikan tidak hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menggerakkan kehidupan masyarakat yang bergantung pada kelancaran transportasi penyeberangan.
“Cabang Luwuk mencerminkan salah satu wajah utama ASDP sebagai penghubung antarpulau yang menjaga konektivitas hingga kawasan 3T. Di balik setiap lintasan yang kami operasikan, terdapat aktivitas ekonomi, distribusi logistik, layanan pendidikan, kesehatan, hingga kehidupan masyarakat yang terus bergerak. Karena itu, transportasi penyeberangan bukan hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Heru dalam keterangan rilisnya.
Armada dan Lintasan Layanan
Saat ini, ASDP Cabang Luwuk mengoperasikan enam armada kapal. Dua kapal, KMP Moinit dan KMP Dolosi, melayani lintasan komersial. Sementara itu, KMP Tuna Tomini, KMP Teluk Tolo, KMP Cengkih Afo, dan KMP Tanjung Api melayani lintasan perintis di kawasan Banggai dan sekitarnya, dengan sebagian juga melayani lintasan komersial.
Keenam kapal tersebut menjadi tulang punggung layanan penyeberangan yang menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, logistik, serta akses menuju layanan pendidikan, kesehatan, dan pusat-pusat kegiatan ekonomi di wilayah kepulauan.
Melalui layanan perintis, ASDP menghubungkan berbagai kawasan strategis melalui lintasan seperti Luwuk–Banggai, Banggai–Boniton, Banggai–Kaukes, Banggai–Bobong, Banggai–Paisulamo, Paisulamo–Dungkean, Ampana–Wakai, Wakai–Gorontalo, Wakai–Toboli, Ampana–Pasokan, Pasokan–Dolong, hingga Dolong–Marisa. Pada layanan komersial, ASDP mengoperasikan lintasan Pagimana–Gorontalo, Luwuk–Saiyong, dan Kolonodale–Baturube yang berperan penting membuka akses transportasi menuju kawasan kepulauan dan wilayah dengan keterbatasan aksesibilitas.
Program Hijaukan Pesisir
Selain penguatan layanan, ASDP Indonesia Ferry juga berkomitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Perusahaan melakukan penanaman 2.500 pohon mangrove di kawasan pesisir Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Kegiatan yang mengusung tema “Connecting Sustainability, Growing Net Zero” ini merupakan wujud nyata kontribusi ASDP dalam mendukung aksi mitigasi perubahan iklim melalui solusi berbasis alam (nature-based solutions). Penanaman mangrove diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekosistem pesisir, meningkatkan kualitas lingkungan, sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Heru menyampaikan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi bisnis perusahaan. Sebagai BUMN yang mengemban peran strategis dalam menghubungkan wilayah kepulauan Indonesia, ASDP terus berupaya menghadirkan layanan transportasi yang andal sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Keberlanjutan bukan lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah tanggung jawab. Mobilitas dan konektivitas yang kami bangun harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Melalui penanaman 2.500 pohon mangrove di Pagimana ini, ASDP ingin memberikan kontribusi nyata dalam mendukung aksi iklim sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir,” imbuhnya.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.