— JAKARTA – Program diskon tarif transportasi yang digulirkan pemerintah selama periode libur sekolah menunjukkan hasil yang memuaskan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melaporkan penyerapan program mencapai 93,25%, sementara PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni mencatat realisasi sebesar 96%.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyatakan bahwa kelancaran layanan selama libur sekolah merupakan buah dari kesiapan operasional yang matang dan kolaborasi erat dengan regulator, aparat, serta seluruh pemangku kepentingan. “Peningkatan mobilitas masyarakat selama libur sekolah dapat kami layani dengan baik melalui berbagai langkah antisipatif dan penguatan operasional. Fokus kami tidak hanya pada peningkatan kapasitas layanan, tetapi juga memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi pengguna jasa,” ujar Heru.

Selama periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026, ASDP berhasil melayani 2.052.184 penumpang dan 502.490 unit kendaraan. Pada lintasan Merak–Bakauheni, ASDP melayani 1.236.168 penumpang, meningkat 4,21% dibandingkan periode sebelumnya, dengan jumlah kendaraan tumbuh 3,66%. Sementara itu, lintasan Ketapang–Gilimanuk melayani 816.016 penumpang, naik 0,95%, dan jumlah kendaraan naik 3,87%.

Heru menambahkan bahwa untuk mengelola lonjakan trafik, ASDP mengoptimalkan armada, kapasitas pelabuhan, personel operasional, menerapkan sistem delaying, serta mempererat koordinasi. Saat kepadatan terjadi di lintasan Ketapang–Gilimanuk, ASDP menerapkan pola operasi Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) dan mengoperasikan kapal perbantuan untuk mempercepat proses bongkar muat.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa program stimulus berupa diskon tarif jasa pelabuhan sebesar 100% ini memberikan penghematan rata-rata 21,9% dari total tarif penyeberangan. Program ini diterapkan di 14 pelabuhan yang melayani tujuh lintasan strategis nasional. Sebanyak 1.125.088 pengguna jasa memanfaatkan program ini, mencapai 93,25% dari target 1.206.585 penerima manfaat.

“Capaian ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan program stimulus sekaligus menunjukkan bahwa kebijakan tersebut efektif membantu masyarakat mengakses layanan penyeberangan dengan tarif yang lebih terjangkau,” jelas Windy.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Pelni (Persero), Ditto Pappilanda, mengungkapkan bahwa stimulus ekonomi di sektor transportasi laut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hingga saat ini, program diskon yang berlaku hingga 15 Agustus 2026 atau kuota terserap habis, telah dimanfaatkan oleh 660.654 penumpang, sekitar 96% dari proyeksi 693.690 penumpang.

Program diskon berlaku untuk pembelian tiket sejak 6 Juni hingga 15 Agustus 2026, dengan periode keberangkatan yang sama. Total realisasi penumpang hingga 21 Juli 2026 mencapai 690.905 orang. Lima tujuan favorit penumpang Pelni adalah Makassar, Tanjung Priok, Ambon, Bau-Bau, dan Surabaya.

Ditto menambahkan bahwa Pelni berkomitmen memastikan kesiapan armada dan pelayanan demi perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Ia juga mengingatkan calon penumpang untuk membawa identitas sesuai tiket dan datang lebih awal ke pelabuhan.

Program stimulus Pelni memberikan potongan harga 30% dari tarif dasar tiket kelas ekonomi pada seluruh trayek kapal penumpang, tidak termasuk biaya asuransi dan pas pelabuhan. Tiket masih dapat diperoleh melalui channel pembelian resmi hingga 15 Agustus 2026.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI menyatakan pemberian stimulus ini bertujuan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Insentif dan diskon transportasi ini meliputi diskon 30% tiket kereta api (20 Juni–5 Juli 2026), diskon 30% tarif dasar kapal Pelni (20 Juni–15 Agustus 2026), pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP (20 Juni–5 Juli 2026), serta subsidi 100% PPN DTP untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, mengonfirmasi bahwa realisasi insentif dan diskon transportasi disambut baik masyarakat. “Kehadiran insentif dan diskon transportasi ini dalam rangka mendorong masyarakat agar lebih banyak bepergian selama periode libur sekolah, sehingga aktivitas ekonomi di berbagai daerah juga ikut bergerak,” jelas Haryo.

Hingga 5 Juli 2026, program tersebut telah dimanfaatkan oleh 1.303.191 penumpang atau mencapai 110% dari target 1.174.624 penumpang, meningkat 13% dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Dengan realisasi anggaran Rp90,9 miliar, kebijakan ini mencakup diskon 30% untuk seluruh layanan kereta api ekonomi non-PSO.

Pemerintah memberikan pembebasan 100% tarif jasa kepelabuhanan ASDP, setara potongan sekitar 21,11% dari harga tiket penyeberangan, bagi penumpang pejalan kaki, kendaraan roda dua, dan kendaraan pribadi Golongan IVA pada 14 pelabuhan penyeberangan.

Pengamat transportasi dari Inisiatif Strategis Transportasi (Intrans), Ki Darmaningtyas, menilai insentif dan diskon tarif transportasi masih sangat dibutuhkan masyarakat, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru. “Saya kira masyarakat kita masih sangat membutuhkan stimulus ini,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah dapat menjangkau semua lapisan masyarakat, khususnya di luar Pulau Jawa, di mana ongkos angkutan cenderung lebih mahal. “Karena ongkos angkutan yang mahal itu ya di luar Pulau Jawa sehingga kita harapkan ini dijangkau dan tepat sasaran bahkan kalau perlu anggaran atau angkutan transportasinya ditambah,” jelasnya.

Darmaningtyas menambahkan, kehadiran insentif dan diskon tarif dapat memberikan keringanan bagi masyarakat yang belum pulih sepenuhnya secara ekonomi, serta mendorong perputaran roda perekonomian di daerah melalui aktivitas belanja masyarakat saat pulang kampung.