— Sejumlah faktor utama yang mendorong harga emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sekitar US$ 5.600 per ons pada awal tahun ini masih bertahan. Kondisi tersebut diperkirakan membawa emas kembali memasuki bull market atau tren kenaikan harga berkelanjutan pada 2027.

Proyeksi ini disampaikan Manajer Portofolio Multi-Aset Fidelity International, Ian Samson. Menurut dia, prospek tersebut dapat menjadi dasar bagi investor untuk mengubah posisi emas dalam portofolio dari netral menjadi overweight.

Dalam pengelolaan portofolio, netral berarti alokasi aset dibuat sejalan dengan bobot acuan. Sedangkan overweight berarti investor menempatkan porsi aset lebih besar dibandingkan bobot dalam indeks atau portofolio acuan karena memperkirakan kinerjanya akan lebih baik.

“Kami memiliki rencana untuk kembali mengambil posisi overweight pada emas,” kata Samson. “Pertanyaannya sekarang adalah kapan waktu yang tepat untuk melakukannya,” tambahnya.

Meskipun emas mencatatkan kinerja kuartalan terburuk selama lebih dari satu dekade, Samson menilai dasar pemikiran yang menopang prospek jangka panjang logam mulia tersebut belum berubah.

Pada awal tahun ini, Samson memutuskan untuk menurunkan posisi emas Fidelity dari overweight menjadi netral. Penyesuaian itu dilakukan pada periode Januari hingga Februari, tepat sebelum tren kenaikan harga emas yang berlangsung selama beberapa tahun terhenti.

Harga emas mulai terkoreksi dari rekor tertinggi yang mendekati US$ 5.600 per ons pada akhir Januari. Penurunan kemudian makin tajam sekitar satu bulan berikutnya ketika perang Iran dimulai.

Meski demikian, Fidelity belum memperkirakan harga emas segera kembali ke jalur kenaikan sebelumnya. “Dari perspektif taktis, saat ini jumlah faktor penghambat relatif seimbang dengan faktor pendorong,” ujar Samson.

Ia memperkirakan, harga emas pada akhir 2026 akan sedikit lebih tinggi dibandingkan level saat ini. Namun, kenaikan tersebut kemungkinan belum cukup kuat untuk menandai dimulainya kembali tren kenaikan jangka panjang.

Fidelity juga belum mengubah keyakinannya terhadap prospek emas dalam jangka panjang. Salah satu manajer investasi global terbesar di dunia itu memperkirakan emas akan kembali memasuki bull market pada suatu waktu sepanjang 2027.

Skenario Kenaikan Harga Emas

Menurut Samson, prospek positif emas akan tetap terjaga selama kondisi makroekonomi global tidak mengalami perubahan mendasar.

Skenario kenaikan harga emas dapat melemah apabila pemerintah di berbagai negara kembali menerapkan kebijakan fiskal yang lebih konvensional dan disiplin, serta bank sentral benar-benar berupaya menurunkan inflasi secara berkelanjutan.

“Selama pemerintah tidak kembali pada kebijakan fiskal yang ortodoks dan bank sentral tidak melakukan upaya nyata untuk menekan inflasi, alasan untuk tetap optimistis terhadap emas tidak akan hilang,” jelas dia.

“Namun, saya tidak melihat kita sedang hidup dalam kondisi seperti itu saat ini,” lanjut Samson.

Mengenai waktu dan besarnya pemulihan harga emas, Samson mengatakan pergerakannya akan ditentukan oleh beberapa variabel utama. Faktor tersebut meliputi arah harga minyak, kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed, serta kemampuan pasar emas membangun dan mempertahankan momentum kenaikan.

Dari sisi analisis teknikal, Samson memperkirakan harga emas dalam jangka pendek masih berpotensi menguji area support sekitar US$ 4.000 per ons. Namun, ia masih menunggu sinyal kekuatan harga yang lebih jelas.

Sinyal positif lainnya apabila harga emas kembali bergerak di atas US$ 4.300 per ons. “Hal itu akan menunjukkan mulai munculnya tekanan kenaikan harga,” ujarnya.

Dari sisi fundamental, Samson menilai permintaan bank sentral menjadi kekuatan struktural terpenting yang menopang harga emas dalam jangka menengah dan panjang.

Bank sentral di berbagai negara selama ini membeli emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi cadangan devisa, mengurangi ketergantungan terhadap mata uang tertentu, serta melindungi nilai aset dari risiko inflasi dan ketidakpastian geopolitik.

“Ketika terdapat pembeli besar yang melakukan pembelian secara struktural dan strategis, hampir tidak dapat dihindari bahwa harga emas akan terdorong lebih tinggi,” pungkasnya.