— JAKARTA – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE), grup yang menaungi merek Fore Coffee dan Fore Donut, kembali menunjukkan performa finansial yang impresif pada paruh pertama tahun 2026. Pertumbuhan kuat ini menegaskan ketahanan model bisnis perusahaan di tengah lanskap operasional yang dinamis.

Pendapatan perseroan melonjak 52% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp 1 triliun. Kenaikan ini didorong oleh ekspansi jumlah gerai aktif yang tumbuh 44% yoy. Sementara itu, EBITDA melesat 65% yoy dari Rp 131 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp 216 miliar. Margin EBITDA pun dilaporkan melebar menjadi 21,5% dari 19,7% pada semester I 2025.

Laba bersih turut mencatatkan pertumbuhan signifikan, yakni sebesar 34% yoy, mencapai Rp 56,5 miliar, naik dari Rp 42 miliar pada tahun sebelumnya. Kinerja positif ini sejalan dengan strategi ekspansi gerai yang terus dijalankan oleh Fore Coffee Indonesia.

Perusahaan menambah lebih dari 40 gerai baru selama semester I 2026, dengan lebih dari 40% di antaranya berlokasi di kota-kota lapis kedua dan ketiga. Langkah ini mencerminkan respons terhadap permintaan yang meningkat untuk pengalaman kopi premium di pasar-pasar tersebut, sekaligus menunjukkan konsistensi manajemen dalam merealisasikan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) sesuai strategi.

Hingga paruh pertama 2026, total gerai aktif Fore Coffee Indonesia mencapai 363, meningkat dari 259 gerai pada semester I 2025. Jika digabungkan dengan 10 gerai aktif Fore Donut dan 4 gerai aktif Fore Coffee Singapura, jaringan grup kini tersebar di lebih dari 60 kota dengan total 377 gerai.

Presiden Direktur FORE, Vico Lomar, menyatakan bahwa hasil kinerja pada semester I 2026 merupakan cerminan dari disiplin yang diterapkan di seluruh lini operasional. Mulai dari konsistensi produk hingga pengalaman pelanggan di setiap gerai, semua dijalankan dengan standar tinggi.

“Kami juga menerapkan disiplin yang sama dalam alokasi modal, memastikan setiap rupiah dari dana hasil IPO dan setiap pembukaan gerai baru dijalankan dengan arah yang jelas menuju imbal hasil bagi pemegang saham,” ujar Vico dalam keterangan resmi, Kamis (23/7/2026).

Ia menambahkan, kinerja semester ini membuktikan bahwa keunggulan operasional dan penciptaan nilai bagi pemegang saham bukan merupakan dua tujuan yang terpisah bagi FORE, melainkan satu kesatuan yang saling mendukung.

Kinerja FORE pada semester I 2026 kembali menegaskan kekuatan model bisnis premium affordable yang memadukan ekuitas merek, disiplin operasional, dan eksekusi yang konsisten di seluruh jaringannya yang terus berkembang. Fore Coffee terus memperluas basis pelanggannya, memperkokoh posisinya sebagai destinasi pilihan masyarakat Indonesia untuk kopi berkualitas premium dengan harga yang terjangkau, sekaligus meningkatkan profitabilitas melalui skala ekonomi yang lebih besar.