— JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan sebesar 53,38 poin atau 0,86% pada perdagangan sesi I, Senin (20/7/2026), mencapai level 6.228,91. Sepanjang sesi, indeks bergerak dalam rentang 6.191 hingga 6.249.

Perdagangan sesi I melibatkan 20,09 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 8,27 triliun. Total frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.399.915 transaksi. Sebanyak 398 saham mengalami kenaikan, 188 saham turun, dan 205 saham lainnya stagnan.

Saham-saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 menunjukkan performa positif dengan kenaikan 1,3%. Hampir seluruh sektor saham turut menguat, dengan sektor perindustrian memimpin kenaikan 2,16%. Sektor energi menyusul dengan penguatan 1,77%, diikuti sektor properti (1,45%), barang konsumsi primer (1,35%), dan barang baku (0,85%).

Sementara itu, sektor teknologi mengalami pelemahan 0,24% dan sektor kesehatan terkoreksi 0,17%. Di pasar Asia, indeks saham mayoritas juga menguat, seperti Shanghai yang melonjak 0,96%, Straits Times naik 0,01%, dan Hang Seng melesat 2,17%. Indeks Nikkei Jepang pada hari itu libur.

Saham dengan Cuan Terbesar (Top Gainers)

Sejumlah saham berhasil mencatatkan keuntungan signifikan, masuk dalam daftar ‘top gainers’ dengan kenaikan harga mulai dari 14% hingga 24%. PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) menjadi sorotan utama karena harganya melonjak 24,07% hingga mencapai batas auto rejection atas (ARA), ditutup pada Rp 1.304.

Saham-saham lain yang juga mencatat kenaikan impresif antara lain PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) yang melonjak 17,19% ke Rp 1.125, PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) naik 16,87% ke Rp 97, PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) terkerek 16,42% ke Rp 78, dan PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) yang menguat 14,68% ke Rp 250.

Saham dengan Kerugian Terbesar (Top Losers)

Di sisi lain, terdapat lima saham yang mengalami penurunan harga signifikan dan masuk dalam daftar ‘top losers’. PT Niramas Utama Tbk (JELI) ambruk 10,61% ke Rp 800, diikuti PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang jatuh 10,36% ke Rp 346, dan PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) anjlok 9,33% ke Rp 68.

Penurunan juga dialami oleh PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) sebesar 8,24% ke Rp 312, dan Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang turun 7,61% ke Rp 27.000.