— Desa Wonokerto di Pasuruan, Jawa Timur, yang dikenal sebagai sentra Mangga Alpukat, kini memiliki denyut ekonomi yang lebih dinamis berkat kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Wonokerto. Sejak beroperasi pada April 2025, KDMP tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok, tetapi telah berkembang menjadi toko modern desa yang memasarkan berbagai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Ketua KDMP Wonokerto, Muhammad Yusril Suhendra, menjelaskan bahwa awalnya koperasi hanya menjual kebutuhan pokok. Namun, respons positif masyarakat mendorong pengembangan konsep toko modern sejak Oktober 2025. Kini, rak-rak toko dipenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga dan produk UMKM seperti telur asin, keripik pisang, kopi, hingga minuman herbal. Sekitar sepuluh pelaku UMKM menitipkan produk mereka di koperasi, membuka pasar baru dan memperluas jangkauan konsumen.

Keunggulan koperasi terletak pada kedekatan dengan masyarakat, harga kompetitif, dan keberpihakan pada produk lokal, menjadikannya pilihan utama warga meskipun minimarket nasional berjarak beberapa kilometer. Omzet toko ritel desa kini mencapai Rp180 juta hingga Rp200 juta per bulan, belum termasuk penjualan sarana pertanian.

Selain toko utama, KDMP Wonokerto juga mengelola gudang tani yang menyediakan pupuk dan pestisida, menopang para petani mangga sebagai tulang punggung ekonomi desa. Omzet penjualan pupuk berkisar Rp40 juta hingga Rp50 juta per bulan, memudahkan petani memperoleh sarana produksi tanpa harus ke kota.

Peran KDMP tidak berhenti pada aspek ekonomi dan pertanian. Koperasi ini telah menjadi agen layanan keuangan mikro BRI dan BNI, memungkinkan masyarakat melakukan setor tunai, tarik tunai, hingga mencairkan bantuan sosial tanpa perlu ke bank di kota. Layanan ini secara bertahap meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, serta mempermudah transaksi bagi pelaku UMKM.

Yusril berharap koperasi terus berkembang, sehingga lebih banyak UMKM yang terbantu dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh. Sri Rukaiya (35), salah satu warga, merasakan dampak positif dengan dapat menjual produk minuman kunyit asamnya melalui koperasi, yang memperluas pasarnya dan menambah penghasilannya.

Di tingkat provinsi, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Timur mencatatkan nilai transaksi terbesar di Indonesia sepanjang 2026, mencapai Rp24,02 miliar hingga 21 Juli 2026, dari total transaksi nasional Rp62,12 miliar. Menteri Koperasi dan UMKM, Ferry Juliantono, mengapresiasi capaian ini sebagai bukti KDKMP menjadi penggerak ekonomi di tingkat desa. Ia juga memuji langkah cepat Pemprov Jawa Timur di bawah Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam mempercepat pembentukan badan hukum KDKMP.

Gubernur Khofifah menegaskan koperasi dan UMKM adalah tulang punggung perekonomian Jawa Timur dengan kontribusi 60% terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Jawa Timur juga tercatat sebagai provinsi tercepat dalam pembentukan badan hukum KDKMP dengan 8.494 koperasi. Kabupaten Tuban menjadi daerah dengan performa transaksi KDKMP terbaik di Jawa Timur.

Presiden Prabowo Subianto menekankan KDKMP sebagai motor penggerak ekonomi desa dan penguat fondasi ekonomi nasional. Ia memproyeksikan KDKMP mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga Rp223 triliun per tahun dan meningkatkan pendapatan petani, peternak, serta nelayan sekitar Rp202 triliun melalui distribusi yang efisien. Koperasi diharapkan menjadi pusat layanan ekonomi desa, termasuk menyediakan toko sembako, layanan pembiayaan, apotek, gudang penyimpanan, hingga cold storage.

Pemerintah akan menyalurkan barang bersubsidi dan bantuan sosial (bansos) melalui KDKMP untuk memastikan subsidi tepat sasaran dan memutus praktik pinjaman berbunga tinggi dari rentenir. Targetnya, KDKMP hadir di 81 ribu desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Pemerintah juga akan mengubah mekanisme penyaluran bansos dengan menjadikan KDKMP sebagai pusat distribusi. Skema baru ini ditargetkan mulai diterapkan bertahap pada September 2026. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan sekitar 25 ribu KDKMP ditargetkan beroperasi pada Agustus-September 2026. Pemerintah akan memberikan pendampingan intensif selama dua tahun pertama.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan skema penyaluran bansos masih dalam tahap simulasi dan penyusunan regulasi. Ada dua opsi utama: bank-bank Himbara membuka gerai layanan di Koperasi Merah Putih, atau dana bantuan disalurkan melalui rekening Koperasi Merah Putih sebelum diteruskan kepada penerima manfaat. Regulasi sedang dipelajari agar implementasi kebijakan berjalan efektif dan memiliki landasan hukum yang kuat, sehingga penerima manfaat di desa dapat mengambil bantuan di koperasi.