Detak.news — Pemerintah menargetkan sebanyak 25.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai beroperasi pada September 2026. Jumlah tersebut ditargetkan terus bertambah hingga mencapai 35.862 unit pada akhir tahun. Langkah ini merupakan upaya memperkuat ekonomi desa dan memperlancar distribusi berbagai program pemerintah.
Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Percepatan Pembentukan KDKMP, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa target 25.000 Kopdes Merah Putih akan rampung pada September 2026. “Sebanyak 25.000 (Kopdes) yang akan jadi September ini. Agustus-September 25.000, tapi akhir tahun 35.862 akan jadi ya,” kata Zulkifli Hasan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Setelah terbentuk, koperasi yang telah berdiri akan menjalani masa pembinaan selama dua tahun. Tahap ini mencakup penyempurnaan tata kelola, penguatan kelembagaan, dan operasional. Setelah masa pembinaan selesai, pengelolaannya akan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah desa. “Karena itu koperasi milik desa,” ucap Zulhas.
Kopdes Merah Putih dirancang memiliki dua fungsi utama. Pertama, sebagai infrastruktur pemerintah untuk mendistribusikan berbagai program bantuan, seperti bantuan sosial, pupuk bersubsidi, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga LPG subsidi 3 kilogram. Keberadaan koperasi di setiap desa diharapkan membuat penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran, merata, transparan, dan mudah diawasi.
Kedua, Kopdes Merah Putih juga akan berfungsi sebagai offtaker atau penyerap hasil panen petani. Apabila harga komoditas di tingkat petani berada di bawah harga yang ditetapkan pemerintah, koperasi akan membeli hasil panen tersebut. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi pendapatan petani.
Pemerintah saat ini tengah merampungkan Peraturan Presiden (Perpres) yang akan menjadi landasan tata kelola program Kopdes Merah Putih. Regulasi ini disusun oleh Kementerian Koperasi bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, dan ditargetkan selesai pada pekan ini. Presiden Prabowo Subianto juga telah menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat persiapan serta memberikan dukungan penuh agar operasional Kopdes Merah Putih berjalan optimal.
“Persiapan agar ini bisa berjalan dengan baik, sukses, sehingga kita harapkan setelah Oktober semua mengenai Kopdes jelas, terang, dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat Indonesia,” pungkasnya.
Kopdes Merah Putih rencananya akan memiliki tujuh unit usaha utama. Unit usaha tersebut meliputi kantor koperasi, apotek, klinik, unit simpan pinjam, gerai sembako, pergudangan atau cold storage, serta layanan logistik. Namun, model usaha koperasi dapat disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing daerah.
Melalui program ini, pemerintah menargetkan rantai pasok pangan menjadi lebih pendek dan efisien. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal, memperkuat perekonomian desa, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta membuka lapangan kerja baru.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.