Detak.news — Tren penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah mendorong minat masyarakat menempatkan dana dalam deposito valuta asing (valas). Hingga Juni 2026, nilai deposito valas tumbuh hampir 42% secara tahunan dan menjadi penopang utama pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) valas perbankan.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), nilai deposito valas mencapai Rp 494,3 triliun per Juni 2026. Angka tersebut bertambah Rp 100,4 triliun atau 25,48% secara year to date (ytd), serta naik Rp 146,2 triliun atau 41,99% secara year on year (yoy).
Lonjakan deposito valas turut mengerek total dana pihak ketiga (DPK) valas menjadi Rp 1.606,2 triliun, atau tumbuh 20,03% ytd dan 18,51% yoy. Sebaliknya, penghimpunan deposito rupiah menunjukkan pertumbuhan yang jauh lebih moderat. Hingga Juni 2026, deposito rupiah tercatat sebesar Rp 2.939,1 triliun, naik 1,09% ytd dan 1,94% yoy.
Dengan perkembangan tersebut, total deposito perbankan mencapai Rp 3.433,4 triliun, meningkat 4,00% secara ytd dan 6,25% secara tahunan. Kenaikan simpanan valas tidak terlepas dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sepanjang semester pertama 2026.
Kondisi tersebut mendorong nasabah mengalihkan sebagian dana ke instrumen berbasis mata uang asing sebagai langkah menjaga nilai aset. Mengacu pada data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), kurs rupiah pada akhir Juni 2026 berada di level Rp 17.899 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 7,05% sepanjang tahun berjalan dan 10,27% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Bahkan, pada awal Juni 2026 rupiah sempat menyentuh Rp 18.171 per dolar AS, yang semakin meningkatkan permintaan terhadap deposito valas. Merespons tekanan terhadap nilai tukar rupiah, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) secara bertahap sebesar 100 basis poin selama Mei hingga Juni 2026 menjadi 5,75%.
Kebijakan tersebut turut mendorong kenaikan suku bunga simpanan dan kredit di tengah likuiditas perbankan yang semakin ketat. Rata-rata suku bunga deposito pada Juni 2026 meningkat di seluruh tenor. Untuk tenor 1 bulan tercatat 4,77%, tenor 3 bulan 5,03%, tenor 6 bulan 4,95%, dan tenor 12 bulan 5,44%. Sebagai perbandingan, pada Mei 2026 masing-masing berada di level 4,28%, 4,73%, 4,65%, dan 4,50%.
Sementara itu, rata-rata tertimbang suku bunga kredit juga meningkat menjadi 8,79% pada Juni 2026, dibandingkan 8,70% pada bulan sebelumnya.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.