— JAKARTA – Kekuatan permintaan emas di pasar Asia, khususnya dari China, diprediksi akan terus menjadi penopang utama harga logam mulia tersebut. Kalangan pakar komoditas menilai bahwa cadangan dan pengaruh China di pasar emas global bisa jadi jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya.

Analis komoditas di BMO Capital Markets memperkirakan tingginya permintaan dari negara konsumen emas terbesar di dunia itu akan membantu harga emas bertahan di level kritis US$4.000 per troy ounce. Analisis terbaru menunjukkan bahwa China telah mengakumulasi sekitar 30 karat emas di atas tanah, melebihi data resmi yang ada. Negara ini kini menyumbang sekitar sepertiga dari total aliran permintaan emas global.

BMO Capital Markets memproyeksikan peningkatan permintaan emas dari China akan menjadi faktor krusial yang mendorong kenaikan harga emas pada paruh kedua tahun 2026. Para analis mencatat bahwa meskipun China memiliki cadangan emas yang sangat besar dan tidak diumumkan secara publik, permintaannya kemungkinan tidak akan melandai dalam waktu dekat dan pada akhirnya akan melampaui cadangan Amerika Serikat.

“China masih memiliki waktu sekitar 5 tahun lagi untuk membeli dengan laju saat ini agar PBOC mencapai tingkat cadangan perbendaharaan AS, tetapi dalam hal total emas, China dapat melampaui AS jauh lebih cepat,” ungkap para analis BMO Capital Markets. Mereka menambahkan, “Terlebih lagi, seperti yang telah dicapai di negara lain, China akan mendapatkan lebih banyak pengaruh dalam penetapan harga emas global, yang dimungkinkan oleh skala permintaan yang sangat besar dan likuiditas pasar berjangka yang terus meningkat.”

BMO Capital Markets memperkirakan bahwa People’s Bank of China (PBOC) menyimpan sekitar 5.200 ton emas, sementara sisanya tersimpan dalam bentuk perhiasan dan emas batangan investasi. Cadangan emas China sendiri merepresentasikan sekitar 13% dari pasokan emas global, mendekati perkiraan pangsa Amerika Serikat yang sebesar 15%.

Meskipun pasar emas China telah mendekati beberapa tonggak penting, BMO menyatakan bahwa tujuan utama negara tersebut masih sulit untuk dipastikan. “Tidak mengherankan, China belum mengungkapkan target akumulasi emas utamanya, tetapi mengingat ambisi yang dinyatakan untuk ekspansi ekonomi dan internasionalisasi, pandangan kami adalah bahwa mencapai tingkat kepemilikan AS adalah target minimum absolut, yang menyiratkan pembelian sekitar 2.500-3.000 ton lagi, yang dapat dicapai dalam dua hingga lima tahun tergantung pada metodenya,” papar para analis BMO Capital Markets.