Detak.news — JAKARTA – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan lonjakan signifikan pada sesi I perdagangan Kamis (23/7/2026). Sekitar pukul 11.20 WIB, saham emiten Grup Bakrie dan Salim ini diperdagangkan di level Rp 184, naik 9,52%. Perdagangan saham BUMI mencatat volume 4,61 miliar saham, dengan frekuensi 76.316 kali dan total nilai transaksi mencapai Rp 826,67 miliar.
Kenaikan tajam saham BUMI didorong oleh aksi beli investor. Data aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan bahwa saham Bumi Resources mencatat *net buy* senilai Rp 218 miliar, angka tertinggi di antara saham lain yang mengalami *net buy* pada hari yang sama.
Sebelumnya, Samuel Sekuritas dalam riset ekuitas tertanggal 21 Juli 2026, merekomendasikan investor untuk melakukan *buy* saham Bumi Resources dengan target harga Rp 300. Rekomendasi ini didasarkan pada akuisisi tambang emas yang dinilai memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
Akuisisi Tambang Emas sebagai Katalis Positif
Pada November 2025, BUMI mengumumkan akuisisi 100% saham Wolfram Limited, sebuah perusahaan pertambangan emas dan tembaga yang beroperasi di Australia. Akuisisi ini dianggap sebagai katalis positif yang memperkuat stabilitas laba jangka panjang dan diversifikasi portofolio BUMI di luar sektor batu bara.
Wolfram Limited memiliki dua aset tambang utama: Crush Creek dengan cadangan sebesar 191 koz dan sumber daya sebesar 470 koz (kadar 2,3 g/t), serta Mount Carlton dengan cadangan sebesar 129 koz dan sumber daya sebesar 197 koz (kadar 1,4 g/t). Transaksi akuisisi ini mencerminkan valuasi EV/cadangan sebesar USD 133/oz, yang menunjukkan diskon 64% dibandingkan rata-rata global untuk transaksi serupa.
Proyek Mt. Carlton Kembali Beroperasi
Bumi Resources juga melaporkan kemajuan signifikan dari entitasnya, Wolfram Limited, yang menunjukkan perkembangan lebih cepat dari jadwal. Hal ini dicapai melalui penambangan bawah tanah dan akses ke bijih berkadar lebih tinggi di proyek Mt. Carlton.
Menteri Pertambangan Queensland, Dale Last MP, meresmikan kembali beroperasinya proyek Mt. Carlton – Wolfram Limited pada 30 Juni 2026. Peresmian ini menandai kembalinya salah satu aset emas, perak, dan tembaga paling signifikan di kawasan tersebut. Operasi proyek ini dilaporkan telah menciptakan sekitar 300 lapangan kerja dan memberikan kontribusi ekonomi bagi wilayah Townsville dan Queensland Utara.
Manajemen Bumi Resources menyatakan bahwa kehadiran Menteri Pertambangan Queensland mencerminkan pengakuan terhadap BUMI sebagai kontributor penting bagi sektor sumber daya alam Queensland dan agenda pembangunan ekonomi daerah.
Dimulainya Penambangan Bawah Tanah dan Pendapatan Awal
Kegiatan penambangan terbuka (*open pit mining*) di Mt. Carlton telah dimulai sejak April 2026 dan mulai menghasilkan pendapatan sesuai target. Selain itu, BUMI melaporkan dimulainya kegiatan penambangan bawah tanah (*underground mining*) di area A39, yang berpotensi menghasilkan bijih berkadar tinggi dan meningkatkan profil produksi Wolfram secara keseluruhan.
Sejak April 2026, penambangan terbuka di area V2 menjadi pendorong utama produksi di Mt. Carlton. Ore yang diproses langsung di lokasi menghasilkan konsentrat yang dikirimkan kepada Glencore berdasarkan perjanjian *offtake* selama tujuh tahun. Dengan *average head grade* sekitar 2 gram per ton dan kapasitas pengolahan bulanan sebesar 40.000–50.000 ton ore, area V2 memberikan landasan produksi yang kuat untuk kinerja jangka pendek hingga menengah.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.