Detak.news — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan tipis sebesar 5,54 poin atau 0,09% pada penutupan perdagangan Rabu, 22 Juli 2026, berakhir di level 6.334,4. Meskipun demikian, beberapa saham dalam indeks LQ45 menunjukkan performa positif. Saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melonjak 3,86% dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menguat 3,53%.
Perdagangan hari itu mencatat total nilai transaksi mencapai Rp 18,36 triliun. Sebanyak 281 saham tercatat naik, sementara 367 saham mengalami penurunan, dan 317 saham lainnya stagnan. Sektor teknologi menjadi penggerak utama penguatan pasar dengan lonjakan 1,58%. Sektor lain yang turut menguat meliputi barang konsumen non-primer (0,78%), properti (0,68%), perindustrian (0,63%), barang konsumen primer (0,47%), energi (0,22%), dan keuangan (0,18%).
Di sisi lain, sektor transportasi mengalami pelemahan terdalam sebesar 1,73%, diikuti oleh sektor kesehatan (1,09%), infrastruktur (0,46%), dan barang baku (0,26%).
Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan bahwa perhatian investor tertuju pada keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur Bulanan Juli 2026. Keputusan ini dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian global dan tensi geopolitik yang meningkat.
Dari sisi fiskal, Pilarmas menyoroti sentimen domestik yang relatif positif. Menteri Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semester I-2026 sebesar 0,76% terhadap produk domestik bruto (PDB), jauh di bawah batas maksimal 3% dan sejalan dengan target defisit APBN tahun ini yang diproyeksikan 2,68% dari PDB.
Pilarmas menambahkan bahwa pelemahan IHSG terjadi meskipun mayoritas bursa saham Asia menunjukkan penguatan, mengikuti reli Wall Street. Penguatan bursa global didorong oleh rebound saham-saham teknologi, terutama sektor semikonduktor, seiring optimisme terhadap permintaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Saham dengan Cuan Terbesar
Pada hari yang sama, di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham mencatatkan kenaikan harga signifikan, memberikan keuntungan besar bagi investor. Lima saham teratas dengan lonjakan harga antara 24% hingga 34% dalam sehari meliputi PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) yang melesat 34% ke Rp 67, PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) yang melonjak 28,26% ke Rp 118, dan PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) yang naik 26,8% ke Rp 104.
Selanjutnya, saham PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) menguat 25% ke Rp 900, dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) juga terangkat 25% ke Rp 1.625. Kinerja positif ini terjadi di tengah fluktuasi pasar yang lebih luas.
Saham yang Mengalami Penurunan
Di sisi lain, beberapa saham mengalami pelemahan tajam. PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) longsor 14,78% ke Rp 490, PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) ambles 14,38% ke Rp 625, dan PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) jatuh 14,29% ke Rp 114. Saham PT SLJ Global Tbk (SULI) juga terkoreksi 14,15% ke Rp 91, serta PT Klinko Karya Imaji Tbk (KLIN) terkikis 9,24% ke Rp 108.
Ikuti Detak.news
