Detak.news — Guru memegang peranan penting dalam membentuk generasi muda, tidak hanya dalam aspek akademis tetapi juga dalam membekali keterampilan hidup, termasuk literasi keuangan sejak dini.
Melalui pembelajaran di sekolah, guru membantu siswa memahami konsep ekonomi dan mengelola keuangan secara bijak sebagai bekal masa depan. Sejalan dengan Kurikulum Merdeka, literasi keuangan menjadi materi penting di tingkat SMA yang menuntut pemahaman konseptual dan aplikatif.
Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan indeks literasi keuangan kelompok usia 15-17 tahun baru mencapai 51,68%, masih di bawah indeks literasi keuangan nasional sebesar 66,46%.
Menyadari hal ini, PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) meluncurkan program FWD Financial Literacy for Educators. Program ini bertujuan membekali para guru dengan materi pendukung agar mereka dapat menjadi agen perubahan dalam menanamkan literasi keuangan dan kebiasaan finansial yang sehat kepada generasi muda.
Dr. Joko Arwanto, M.Pd, Ketua Subkelompok Kurikulum dan Penilaian Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, mengapresiasi kontribusi dalam program ini. “Kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Jakarta, khususnya untuk memperkuat literasi keuangan di lingkungan sekolah,” katanya.
Ia menambahkan, “Kehadiran program seperti ini menjadi salah satu contoh bagaimana pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta dapat saling melengkapi dalam memperkuat kapasitas guru, sehingga literasi keuangan dapat tersampaikan dengan lebih baik kepada para siswa.”
Program FWD Financial Literacy for Educators melibatkan 30 guru ekonomi SMA dari berbagai sekolah di Jakarta selama Februari hingga Juni 2026. Diharapkan, program ini dapat menjangkau sekitar 2.700 siswa melalui penyampaian materi literasi keuangan yang aplikatif dan sesuai kebutuhan generasi muda.
Modul pembelajaran, pelatihan, hingga pengembangan materi asesmen disusun bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) sebagai bagian dari proses sertifikasi guru. Relawan FWD Insurance juga turut berkontribusi dalam penyusunan materi dan evaluasi untuk memastikan relevansi materi dengan kebutuhan kelas.
Puncak rangkaian program ini adalah FWD Financial Literacy for Educators Appreciation Day, yang digelar untuk mengapresiasi komitmen guru yang telah menyelesaikan pelatihan dan sertifikasi.
Rudy F. Manik, Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, menyatakan, “Melalui FWD Financial Literacy for Educators, kami ingin memperkuat kapasitas guru dengan memberikan pembekalan dengan pembelajaran keuangan yang relevan agar dapat menumbuhkan kebiasaan finansial yang sehat pada siswa, sekaligus menjadi wujud komitmen FWD Insurance dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.”
Halimatus Sa’diyah, Deputi Direktur Pelaksanaan Edukasi Keuangan OJK, menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan sejak dini dan berkelanjutan. Guru berperan penting dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan kepada generasi muda.
Ia berharap, inisiatif semacam ini dapat mendorong lebih banyak generasi muda memiliki pemahaman keuangan yang baik, sehingga mampu mengambil keputusan finansial yang lebih bijak di masa depan. Program ini merupakan bagian dari FWD Group Community Grants, wujud tanggung jawab perusahaan terhadap komunitas.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, FWD Insurance berharap dapat memperluas akses edukasi keuangan dan mempersiapkan generasi muda agar lebih cakap secara finansial. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru dan pihak sekolah, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, OJK, PJI, serta seluruh volunteers yang telah mendukung terlaksananya program ini,” tutup Rudy.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.