Detak.news — Uni Eropa (UE) telah memberlakukan larangan impor dan perdagangan emas yang berasal dari Sudan sebagai sanksi baru terhadap negara tersebut. Langkah ini diambil menyusul konflik militer yang dinilai berisiko terhadap perdagangan emas Sudan.
“Keputusan memberlakukan larangan pembelian, impor, atau transfer emas yang berasal dari Sudan. Keputusan ini juga melarang penjualan, pasokan, transfer, atau ekspor merkuri dan sianida ke Sudan,” demikian keterangan resmi Dewan Uni Eropa, mengutip laporan dari Mining, Senin (20/7/2026).
Konflik antara militer Sudan dan Pasukan Pendukung Cepat (Rapid Support Forces/RAF) yang telah berlangsung sekitar tiga tahun lalu, dilaporkan telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang luas.
Sebelumnya, pasar emas juga sempat mengalami hambatan di Uni Emirat Arab akibat perang Amerika Serikat-Iran. Para pedagang emas di Dubai terpaksa mengubah jalur distribusi impor mereka. Saat konflik melanda Timur Tengah, para pedagang logam mulia menarik diri dari pesanan baru untuk menghindari lonjakan biaya pengiriman dan asuransi yang tinggi tanpa jaminan pengiriman tepat waktu.
Dubai, sebagai pusat penting untuk pemurnian dan ekspor emas batangan ke pembeli di seluruh Asia, serta jalur pengiriman dari Swiss, Inggris, dan beberapa negara Afrika, mengalami dampak. Emas yang biasanya diangkut di ruang kargo pesawat penumpang, mengalami kendala akibat penutupan wilayah udara negara tersebut menyusul ketegangan AS-Israel dengan Iran.
“Beberapa pengiriman kargo tertunda atau terhenti, menyebabkan kekurangan pasokan emas fisik di India dalam jangka pendek,” kata Renisha Chainani, kepala penelitian di Augmont Enterprises Ltd, salah satu dealer emas terbesar di India.
Penurunan Impor Emas di Pasar Konsumen Terbesar Dunia
Di sisi lain, pasar konsumen emas terbesar di dunia, China, juga mencatat penurunan impor. Hal ini seiring dengan menguatnya ketersediaan emas di dalam negeri.
Data Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong menunjukkan, impor emas bersih China melalui Hong Kong mengalami penurunan sekitar 38% secara bulanan pada Mei 2026. Impor emas China melalui Hong Kong tercatat mencapai 53.674 metrik ton, turun dari 86.715 ton pada April 2026.
Secara total, impor emas China melalui Hong Kong pada bulan Mei hanya mencapai 65.562 ton, yang merupakan penurunan sekitar 34% dibandingkan dengan 99.327 ton pada bulan April.
Ikuti Detak.news
